Kamis, 09 September 2010

Guru dan Pengembangan Potensi Anak

Guru dalam melaksanakan tugas belajar mengajar hendaknya berpegang pada prinsip mendidik yang antara laian : perhatian , penyuluhan , pengorbanan, dan peneguhan. Menyadari dari prinsip tersebut , seorang guru dalam menjalankan tugasnya tidak hanya pengajar, tetapi seorang guru harus betul-betul professional dalam melihat, menganalisa , mengevaluasi , serta mampu memberikan bantuan pada siswa untuk memecahkan masalahnya.


Selaras dengan apa yang dikatakan Bobby Deporter dalam bukunya Quantum Learning bahwa agar efektif belajar dapat dan harus menyenangkan. Untuk menyenangi suatu mata pelajaran yang diajarkan , guru dituntut kreatif menciptakan situasi yang inovatif dengan mengerahkan secara optimal sumber daya dan sumber dana yang ada. Guru yang berada di barisan terdepan dalam pendidikan harus bisa meramu agar penyampaian materi menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Sebuah dilema , guru yang dianggap sebagai penentu dan paling berpengaruh dalam hal menanamkan konsep, telah menguasai materi pembelajaran , mampu memilih dan menerapkan metode , menetapkan media pembelajaran dihadapkan pada siswa yang mempunyai potensi dan kemauan belajar di sekolah yang cukup menghasilkan hasil belajar yang kurang optimal. Terilhami oleh suatu ungkapan “ Saya mendengar lalu saya lupa, saya melihat lalu saya ingat, saya berbuat lalu saya mengerti “ serta “ Mulailah dari diri sendiri, mulai dari yang kecil , dan mulai sekarang “ maka penulis berasumsi bahwa lingkungan belajar anak baik formal dan informal dapat mempercepat proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan mutu.



Potensi Anak


Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat penrting bagi seorang anak untuk belajar dari dunia sekelilingnya. Anak dapat mengembangkan ketrampilan yang memudahkan baginya menjadi bagian dari lingkungan dan berperan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Periode awal kehidupan ini ( anak klas VI SD usia 12 – 14 tahun ) adalah masa yang kritis untuk menentukan masa depan anak. Pada masa ini banyak terjadi perkembangan perkembangan antara lain :


a. Perkembangan fisik : bertambahnya tinggi dan berat yang relatif lambat dan uniform. Pada umumnya anak perempuan lebih cepat mencapai pubertas daripada anak laki-lakinya karenanya anak laki-laki pada umumnya lebih pendek dari anak perempuan sebayanya.


b. Perkembangan motorik : pada masa sekolah merupakan usia yang ideal untuk ketrampilan – ketrampilan yang tidak hanya berguna baginya pada masa itu, tetapi yang juga merupakan fondasi bagi ketrampilan – ketrampilan tinggi yang terkoordinir yang diperlukan dikemudian hari


c. Perkembangan bahasa : dasar-dasar atau fondasi bahasa diletakkan pada masa kanak-kanak.Perbendaharaan kata anak berkembang begitu cepat , horizon social anak semakin luas, dia sudah menyadari bahwa bahasa merupakan alat yang penting untuk kesatuan kelompok. Hal ini menyebabkan motivasinya menjadi lebih besar untuk berbicara .Pada masa ini pula muncul bahasa rahasia yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan kawan akrabnya.


d. Perkembangan emosi : emosi-emosi yang umum dialami pada tahap perkembangan ini adalah marah, takut, cemburu,kasih saying, rasa ingin tahu, dan kegembiraan. Dari bertambah luasnya pengalaman dan belajar anak sering muncul pernyataan atau ekspresi baru tentang emosinya.


e. Perkembangan social. Anak mulai belajar mencintai dan dicintai di rumah , kesuksesan pengalaman social yang pertama akan menentukan keberhasilannya dalam hubungannya di luar lingkungan rumah.


f. Perkembangan pemahaman.Perasaan dan emosi mempengaruhi pa yang dilihatnya .Konsep-konsepnya sering bersalahan teruatama mengenai konsep social. Pemahaman mengenai lingkungannya akan meningkat melaluipengajaran formal yang diterimanya di kelas tetapi juga dari teman sebayanya dan melalui kemampuan membacanyaa

0 komentar:

Poskan Komentar