Minggu, 19 Desember 2010

MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN


A. Pengertian Media Pembelajaran

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan kepada penerima pesan.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.



B. Fungsi Media Pembelajaran

Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran, karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata & tulisan) maupun non-verbal, proses ini dinamakan encoding. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding.

Ada kalanya penafsiran berhasil, adakalanya tidak. Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar, dibaca,dilihat atau diamati. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima.

Ada beberapa fungsi media pembelajaran:



  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

  2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

  3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

  4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan

  5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

  6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

  7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

  8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak

C. Kegunaan Media Pembelajaran

Secara umum media mempunyai kegunaan:



  1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.

  2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra.

  3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.

  4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya (self regulated learning).

  5. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran adalah:



  1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar

  2. Pembelajaran dapat lebih menarik

  3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar

  4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek

  5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan

  6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan

  7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan

  8. Peran guru berubah kearah yang positif


















Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebagai contoh media kaset audio, merupakan media auditif yang mengajarkan topik-topik pembelajaran yang bersifat verbal seperti pengucapan (pronounciation) bahasa asing. Untuk pengajaran bahasa asing media ini tergolong tepat karena bila secara langsung diberikan tanpa media sering terjadi ketidaktepatan yang akurat dalam pengucapan pengulangan dan sebagainya. Pembuatan media kaset audio ini termasuk mudah, hanya membutuhkan alat perekam dan narasumber yang dapat berbahasa asing, sementara itu pemanfaatannya menggunakan alat yang sama pula.

D. Model ASSURE

Model ASSURE adalah sebuah model yang dikembangkan oleh Heinich dan kawan-kawan (1982) dalam mengembangkan perencanaan penggunaan dan pembuatan media yang efektif. ASSURE merupakan kepanjangan dari huruf berikut ini

A–Analyze leraner characteristic (menganalisis karakteristik siswa)

S –State objective (merumuskan tujuan)

S –Select or modify media (memilih dan memodifikasi media)

U–Utilize (menggunakan media)

R–Require learner response (meminta tanggapan siswa terhadap  media yang digunakan

E–Evaluate (mengevaluasi seberapa jauh tingkat efektifitas penggunaan media



E. Karakteristik Media Pembelajaran

Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :

1. Media Grafis:

a. Gambar atau foto

Gambar atau foto yang baik untuk media pendidikan ialah gambar yang:



  1. autentik, gambar/foto tersebut jujur melukiskan situasi apa adanya

  2. sederhana, komposisi gambar hendaknya cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok dalam gambar

  3. ukuran relatif, gambar atau foto bisa menyesuaikan dengan kondisi

  4. mengandung perbuatan

  5. harus mencapai tujuan pembelajaran

  6. tidak setiap yang bagus merupakan media yang bagus

Contoh Media Grafis






















b. Sketsa

c. Diagram

d. Bagan / Chart

Bagan yang baik adalah:

1.      Dapat dimengerti

2.      Sederhana

3.      Dapat di update

Contoh Media Bagan/Chart:






















e. Grafik

f. Kartun

g. Poster

h. Peta dan Globe

i. Papan Flanel

j. Papan Buletin













2. Media Audio:

a.     radio

b.    alat perekam pita magnetik

c.     laboratorium bahasa

3. Media Proyeksi Diam

a.     film bingkai

b.    film rangkai

c.     media transparansi

d.    proyektor tak tembus pandang

e.     mikrofis

f.      film

g.     film gelang

h.    televisi

i.      video

j.      permainan dan simulasi

Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.

Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :






















































































Jenis Media123456
Gambar DiamSTSSRR
Gambar HidupSTTTSS
TelevisiSSTSRS
Obyek Tiga DimensiRTRRRR
Rekaman AudioSRRSRS
Programmed InstructionSSSTRS
DemonstrasiRSRTSS
Buku teks tercetakSRSSRS

Keterangan :

R = Rendah S = Sedang T= Tinggi

1 = Belajar Informasi faktual

2 = Belajar pengenalan visual

3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan

4 = Prosedur belajar

5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik

6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi



F. Peranan Media dalam Pembelajaran

Peranan beberapa karakteristik tersebut sangan urgent dalam hasil belajar. Edgar Dale memberikan gambaran dari hasil belajar melalui kerucut pengalamannya atau biasa dikenal corn of experiences. Kercut tersebut semakin kebawah semakin kongkrit hasil belajar para siswa.



  1. Lambang Kata menempati kerucur yang paling atas yang bermakna bahwa apabila guru hanya menyampaikan pesan maka hasil belajar hanyalah ruangan yang sempit

  2. Lambang Visual menempati urutan yang kedua, pada lambang visual hasil belajar  lebih lebar yang menandakan bahwa dengan belajar melalui Visualisasi, hasil belajar lebih banyak dibanding dengan kata

  3. Gambar Tetap atau Rekaman, dan Radio menempati urutan yang berikutnya, hasil belajar lebih banyak diperoleh

  4. Gambar Hidup  menempati urutan beikutnya, hasil belajar lebih banyak dari pada yang diatas

  5. Televisi. Hasil belajar semakin banyak diperoleh melalui layar Televisi

  6. Pameran Museum, hasil belajar semakin banyak

  7. Darmawisata, demikian juga darmawisata akan mengahsilkan produk belajar lebih banyak

  8. Percontohan, melalui percontohan hasil yang didapatkan dalam belajar semakin banyak

  9. Pengalaman Dramatisasi. Melalui pengalaman dramatisasi hasil belajar semakin bertambah banyak

  10. Pengalaman Tiruan, demikian juga pengalaman tiruan, hasil belajar semakin bertambah banyak

  11. Pengalaman Langsung, melalui pengalaman langsung ini pembelajaran akan menghasilkan produk pembelajaran yang efektif.

Kerucut pengalaman Edgar Dale



Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.



G. Langkah Pengembangan Media Pembelajaran



  1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar

  2. Mengkaji media yang cocok dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan bagaimana cara pencapaiannya

  3. Merumuskan strategi dan caranya

  4. Mengembangkan naskah atau isi pesan. Siapa yang akan menggunakan media pembelajaran? Apa pesan pokok yang akan disampaikan? Apakah ada media yang sudah dipakai? Apakah ada sumber informasi lain?

  5. Memilih bentuk dan jenis media pembelajaran. Media apa yang menjangkau peserta didik? Bentuk media seperti apa yang sesuai dengan perkembangan peserta didik? Mempertimbangkan dana, waktu, dan hambatan.

  6. Merancang dan menyelesaikan media pembelajaran. Bagaimana penyelesaian tugas. Apakah semua tugas bisa diselesaikan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan.

  7. Melakukan uji coba dan evaluasi. Sebelum media digunakan dalam proses belajar mengajar, sebaiknya diuji cobakan terlebih dahulu dan dievaluasi  kehandalannya.

  8. Melakukan perbaikan.

  9. Melakukan evaluasi penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar



H. Teknik Mengembangkan Media Pembelajaran

1)    Membuat  sinopsis atau story board. Membuat storyboard  merupakan langkah pembuatan desain pembelajaran, dimana penulis merancang seluruh skenario pembelajaran dan memperkirakan efek apa saja yang ditimbulkan dalam pembentukan kompetensi yang diharapkan.

a.Menetapkankan jenis visual apa yang akan digunakan untuk mendukung isi materi (tulisan,gambar diam atau animasi)

b.    Video (kalau diperlukan)

c.     Audio yang diperlukan (diam, sound effect khusus, suara latar belakang, musik dan narasi).

Contoh story board














2)    Membuat Flipchart

Flipchart (lembar balik) adalah salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan efektif.

Keunggulan flipchart adalah sbb:

a.     Mampu memberi info ringkas dengan cara praktis

b.    Media yang cocok untuk kebutuhan dalam ruangan atau luar ruangan

c.     Bahan dan pembuatan murah

d.    Mudah dibawa kemana-mana

e.     Tidak membutuhkan ketrampilan baca tulis

f.      Membantu mengingatkan pesan dasar bagi fasilitator/pengguna media

Bagaimana membuat flipchart ?

Ü  Tentukan tujuan dan penerapan flipchart

Ü  Menentukan bentuk flipchart

Ü  Sederhanakan informasi/pesan

Ü  Merancang draft kasar pada skala kecil

Ü  Memilih warna sesuai kesan yang diinginkan

Ü  Memastikan  pesan jelas dan dinamis

Ü  Menentukan bentuk huruf , dan ukuran yang sesuai

Ü  Ujicoba tata letak pada kalangan terbatas

Desain flipchart:

Ü  Ukuran standar 60- 90 cm, atau sesuaikan dengan jumlah peserta

Ü  Gunakan ilustasi foto/kartun yang sederhaan dan dikenal khalayak

Ü  Penulisan Judul yang menonjol, gunakan huruf besar dan sederhana

Ü  Pesan jelas dan ringkas, istilah disederhanakan

Ü   Gunakan warna mencolok dan tebal.

3)        Membuat Poster

Poster adalah media cetakan berbentuk 1 muka/halaman dengan ukuran berkisar antara 60 cm x 40 cm. Bahan poster, umumnya menggunakan kertas karton atau kertas artpaper dengan ketebalan antara 120 -260 g






























4)        Caption
Adalah keterangan foto yang digunakan untuk melengkapi  berita yang berkenaan dengan sebuah peristiwa. Caption juga bisa digunakan untuk  menggantikan, menguatkan dan menegaskan sebuah berita.

Dalam caption tanpa berita bisa digunakan penjelasan dengan  formula penulisan berita seingkat dengan rumus  5 W (what, who, why, when , where)

Tahapan menyusun caption :

¥  Penentuan  maksud dan tujuan

¥  Pemilihan gambar yang tepat

¥  Penulisan keterangan/berita foto meliputi :

¥  Siapa yang terlibat dalam peristiwa   dalam foto

¥  Kapan  terjadi peristiwa

¥  Tempat peristiwa

¥  Menentukan judul Foto

¥  Penyesuaian pesan caption dengan misi media

Contoh Caption:


Who    : Anak Aceh

What   :  Nasib Anak aceh

Why    :  Belum dapat kehidupan semstinya

Where :   Banda Aceh ,NAD

When  : 17 Maret 2005





















ANAK ACEH. Nasib ratusan ribu anak Aceh masih berada di barak pengungsian dan belum mendapat kehidupan semestinya baik kecukupan  gizi, pendidikan, pakaian, dan rumah. Anak-anak Aceh  di barak  Banda Aceh masih menggantungkan hidup dari sumbangan berbagai lembaga Donor. (17/03/2005)






0 komentar:

Poskan Komentar